Kamis, 06 Agustus 2009


Malam Nisfu Sya’ban,Malam mulia yang sering terlupakan
Oleh : KH. Moch. Imam Chambali

Alhamdulillah kita sekarang telah memasuki bulan sya’ban yang mulia karena pada bulan ini diangkatnya amal-amal manusia, namun sejak semula, Rasulullah Muhammad SAW telah mensinyalir bahwa bulan Sya’ban atau bulan ke-8 dari perhitungan bulan Qamariyah (Hijriah) merupakan bulan yang biasa dilupakan orang, Yakni , hikmah dan berbagai kemuliaan dan kebajikan yang ada dalam bulan Sya’ban dilupakan orang. Mengapa dilupakan? Menurut pengakuan Rasulullah, karena bulan Sya’ban berada di antara dua bulan yang sangat terkenal keistimewaannya. Kedua bulan dimaksud adalah bulan Rajab dan bulan Ramadan. Bulan Rajab selalu diingat karena di dalamnya ada peristiwa Isra Mikraj yang diperingati dan dirayakan sedang bulan Ramadan ditunggui kedatangannya karena bulan ini adalah bulan yang paling mulia dan istimewa di antara bulan yang ada.
Lantas apa dan bagaimana bulan Sya’ban? Keistimewaan dan kemuliaan bulan Sya’ban terletak pada pertengahannya, sehingga disebut dengan Nisfu Sya’ban. Nisfu artinya setengah atau seperdua, dan Sya’ban sebagaimana disebut pada awal tulisan ini, adalah bulan kedelapan dari tahun Hijrah. Nisfu Sya’ban secara harfiyah berarti hari atau malam pertengahan bulan Sya’ban atau tanggal 15 Sya’ban. Kata Sya’ban sendiri adalah istilah bahasa Arab yang berasal dari kata syi’ab yang artinya jalan di atas gunung.
Menurut relung Ensiklopedia Panjimas, bulan kedelapan dari tahun Hijriah itu dinamakan dengan Sya’ban karena pada bulan itu ditemukan banyak jalan untuk mencapai kebaikan. Malam Nisfu Sya’ban dimuliakan oleh sebagian kaum muslimin karena pada malam itu diyakini dua malaikat pencatat amalan keseharian manusia; Raqib dan Atib, menyerahkan catatan amalan manusia Allah SWT, dan pada malam itu pula catatan-catatan itu diganti dengan catatan yang baru.
Diriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda “Bulan Sya’ban itu bulan yang biasa dilupakan orang, karena letaknya antara bulan Rajab dengan bulan Ramadan. Ia adalah bulan diangkatnya amal-amal oleh Tuhan. Aku menginginkan saat diangkat amalku aku dalam keadaan sedang berpuasa (HR Nasa’I dari Usamah). Sehubungan dengan hal itu Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan pengakuan Aisyah lam yakunin Nabiyi sha mim yashumu aksara min sya’baana finnahu kaana yashumuhu kulluhu kaana yashumuhu illa qalilan. Maksud Aisyah dalam periwayatan ini bahwa Nabi Muhammad SAW paling banyak berpuasa pada bulan Sya’ban.
Lebih jauh dari itu, pada malan Nisfu Sya’ban Allah SWT menurunkan berbagai kebaikan kepada hambanya yang berbuat baik pada malam tersebut. Kebaikan-kebaikan itu berupa syafaat (pertolongan), magfirah (ampunan), dan itqun min azab (pembebasan dari siksaan). Oleh karena itu malam Nisfu Sya’ban diberi nama yang berbeda sesuai dengan penekanan kebaikan yang dikandungnya.
Imam al-Gazali mengistilahkan malam Nisfu Sya’ban sebagai malam Syafaat, karena menurutnya, pada malam ke-13 dari bulan Sya’ban Allah SWT memberikan seperti tiga syafaat kepada hambanya. Lalu pada malam ke-14, seluruh syafaat itu diberikan secara penuh. Meskipun demikian ada beberapa gelintir orang yang tidak diperuntukkan pemberian syafaat kepadanya. Orang-orang yang tidak diberi syafaat itu antara lain ialah orang-orang yang berpaling dari agama Allah dan orang-orang yang tidak berhenti berbuat keburukan.
Nisfu Sya’ban dinamakan juga sebagai malam pengampunan atau malam magfirah, karena pada malam itu Allah SWT menurunkan pengampunan kepada seluruh penduduk bumi, terutama kepada hambanya yang saleh. Namun dalam pemberian ampunan itu dikecualikan bagi orang-orang yang masih tetap pada perbuatannya mensyarikatkan Allah alias musyrik, dan bagi mereka yang tetap berpaling dari Allah SWT. Nabi bersabda: ?Tatkala datang malam Nisfu Sya’ban Allah memberikan ampunanNya kepada penghuni bumi, kecuali bagi orang syirik (musyrik) dan berpaling dariNya (HR Ahmad).
Atas dasar itu, kiranya kita semua dapat menyadari bahwa sesungguhnya bulan Sya’ban merupakan bulan persiapan untuk memasuki bulan suci Ramadan. Persiapan itu meliputi persiapan mental dan persiapan fisik. Manusia atau umat hendaknya memasuki bulan suci Ramadan sudah dalam keadaan iman yang mantap dan sudah dalam keadaan mendapatkan syafaat, dan sudah dalam keadaan mendapat jaminan dan pembebasan dari siksaan api neraka. Wallahu a’lam bissawab. Barack

Senin, 03 Agustus 2009



Do’a Nisfu Sya’ban



اللّهُمَّ يَا اللهُ يَا اللهُ يَا اللهُ، يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ يَا غَفُوْرُ يَا تَوَّابُ يَاهَادِي يَافَتَّاحُ يَا رَزَّاقُ يَا وَاسِعُ يَا مُعْطِي يَا مُعِيْنُ يَا بَاسِطُ يَا مُبْدِئُ يَا وَهَّابُ يَا مَتِيْنُ وَ يَا حَافِظُ يَا وَلِيُّ يَا كَافِي يَا حَسِيْبُ يَا أرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ يَاذَا الْمَنِّ وَيَاذَا الْفَضْلِ وَ يَاذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ وَ يَا ذَا الطُّوْلِ وَاْلأَ نْعَامِ وَيَا تَمْحُو مَاتَشَآءُ وَتُثْبِتُ مَاتَشَآءُ لِمَنْ تَشَآءُ وَيَامَنْ عِنْدَكَ أُمُّ الْكِتَابِ بِحَقِّ أَسْمَآئِكَ الْحُسْنَى وَآيَاتِكَ الْعُظْمَى وَبِحَقِّ اسْمِكَ الْعَظِيْمِ الأَعْظَمِ وَبِبَرَكَةِ لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانِ الْمُكَرَّمِ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا وَحَبِيْبِنَا وَشَفِيْعِنَا وَمَلاَذِنَا مُحَمَّدٍ رَسُوْلِكَ وَنَبِيِّكَ الأَكْرَمِ صَلاَةً كَامِلَةً دَائِمَةً تَكْتُبُنَا بِهَا عِنْدَكَ فِيْ هَذِهِ الْلَيْلَةِ الْمُبَارَكَةِ مَغْفُوْرِيْنَ لَهُمْ مَسْعُوْدِيْنَ مُعَمَّرِيْنَ بِالْخَيْرِ مَرْزُوْقِيْنَ مُوَفِقِيْنَ لِلأَذْكَارِ وَالطَّاعَاتِ وَالْخَيْرَاتِ وَالْحَسَنَاتِ وَمُسْتَغْنِيْنَ بِفَضْلِكَ فِي الدَّارَيْنِ عَمَّنْ سِوَاكَ وَصَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاَةً تَكْتُبُنَا بِهَا فِي هَذِهِ الْلَيْلَةِ مِنَ السُعَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَتَرْزُقْنَا بِهَا فِي الدَّارَيْنِ إِيْمَانًا كَامِلاً وَكَمَالَ الْيَقِيْنِ بِحَقِّ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ وَإِمَامِ الْمُتَّقِيْنَ وَمَحْبُوْبِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَتَكْشِفُ بِهَا عَنَّا الْبَلِيَّاتِ وَالآفَاتِ وَالْعَاهَاتِ الْوَارِدَةَ بِإِرَادَتِكَ هَذِهِ السَّنَةَ لِتُصِيْبَ بِهَا مَنْ تَشَآءُ مِنْ عِبَادِكَ إنَّكَ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَمَا ذلِكَ عَلَى اللهِ بِعَزِيْزٍ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ، وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْن



SEJARAH
YAYASAN PONDOK PESANTREN MAHASISWA ‘‘AL-JIHAD’’
SURABAYA






1982
Tahun dimulaiya Taman Pendidikan al-Qur’an yang bernama “Roudlatut Ta’limil Qur’an” yang diasuh oleh bapak Drs. H. Soerowi dan Bapak Achmad syafi’uddin, tepatnya pada tanggal 30 Maret 1982 dirumah beliau yang beralamat di Jl. Jemurwonosari Gg. Lebar No. 88-A dan No. 99 Surabaya.

1983
Seiring melajunya waktu, tahun membawa angin yang menghidupkan syi’ar Islam dengan bertambahnya santri setiap bulannya. Sehingga menuntut adanya penambahan ustadz-ustadzah penerak kalimatullah yang berjumlah 5 mahasiswa IAIN Sunan Ampel. Mereka adalah alumni Ponpes Tambak Beras Jombang. Yang terorganisir dalam komunitas IMABAYA (Ikatan Mahasiswa Bahrul Ulum Surabaya) . Adapun santri yang tercatat pada saat itu berjumlah 75 anak.

1984
Rupanya, Allah Ta’ala menghendaki bumi ini terus dipenuhi kumandang ayat-ayat suci al-Qur’an, pada tahun ini santri bertambah kurang lebih 200 anak. Sehingga, harus menambah tenaga pengajar lagi, mereka adalah mahasiswa IAIN Sunan Ampel asal Bojonegoro yang berjumlah 10 orang. Tempat mengaji untuk para santri itu pun semakin dirasa sangat kurang. Maka, difungsikanlah musholla “Al-Ikhlas” daerah Jemurwonosari milik Bapak Muhammad Anwar. Sebagai tempat para santri tersebut.

1985
Menyadari akan pentingnya memperjuangkan dan menegakkan nilai-nilai ajaran Islam, serta sebagai bentuk dakwah Islamiyah. Maka, didirikanlah :
1). Pengajian ibu-ibu seminggu sekali
2). Pengajian tafsir al-Qur’an setiap hari sabtu (ba’da shubuh).
3). Jamaah dzikir istighosah (setiap malam selasa)
Yang diasuh langsung oleh Drs. KH. Moch. Imam Chambali

1996
Dengan meningkatnya jumlah santri sebanyak 300 orang, maka muncullah inisiatif dari Drs. KH. Moch. Imam Chambali untuk mendirikan Yayasan yang kemudian diberi nama “AL-JIHAD” yang diprakarsai oleh pendiri yaitu H. Ahmad Saifoeddin, H. Abdullah Soewadji dan H. Habib, dan diketuai oleh Drs. KH. Moch. Imam Chambali, Sekretaris Drs. H. Soerowi
Dengan Akte Notaris Zuraida Zain, SH. tanggal 23 Juli 1996 No. 22 Rekening bank Muamalat Cabang Raya Darmo-Surabaya Nomor 701.0010515.
Kemudian, Salah seorang pendiri (H.Soewadji) mewakafkan tanahnya seluas 60 M¬2¬¬¬¬ yang untuk dibangun Pondok Pesantren. Kemudian memperluas tanah disekitarnya seluas 387 M2. Adapun dana untuk pembelian tanah tersebut didapatkan dari para pengurus, para jamaah pengajian dan para dermawan.

1997
Tahun dimulainya pembangunan pondok pesantren diatas tanah seluas 387 M2.

1998
Alhamdulillah, tepat pada tanggal 22 Maret 1998 pondok pesantren “Al-Jihad” diresmikan oleh Brigjen H. Goenawan (Wakapolda Jakarta Pusat saat itu). Beliaulah penyumbang dana terbanyak. Ratusan juta rupiah.

2000
Tanggal 15 April 2000, atas nama Yayasan Al-Jihad, Bapak H. Saimi Saleh membuka secara resmi :
1) Penerimaan Santri Pondok Pesantren Al-Jihad
2) Undian Haji Yayasan Al-Jihad

2004
Perkembangan pondok pesantren mahasiswa Al-Jihad meliputi :
1) Luas tanah pondok kurang lebih 1321 M2.
2) Bangunan/gedung seluas 887 M2
- Gedung PPM Al-Jihad putra 3 lantai ( 100 santri mahasiswa )
- Gedung PPM Al-Jihad Putri 1 lantai ( 35 santri mahasiswi )
- Gedung asrama yatim piatu Al-Jihad putra-putri ( 50 anak)
3) Menambah tanah seluas 434 M2. dengan harga permeter Rp. 650.000 dengan perincian 434 x 650.000 = Rp. 282.100.000



SAMPAI SEKARANG


Suara dan nama Ponpes Mahasiswa Al-Jihad telah berkumandang dimasyarakat Jawa Timur khususnya wilayah Surabaya dan sekitarnya. Setiap bulan sekali tepatnya pada hari Sabtu Legi malam Minggu pahing PPM. Al-jihad dibanjiri Ribuan jamaah Dzikir Rahmatan Lil Alamin dari berbagai daerah yang diasuh oleh Bpk Drs. KH. M. Imam Chambali, ratusan santri & yatim piatu selalu setia mengikuti kegiatan – kegiatan pesantren diantaranya sholat tahajud berjamaah setiap jam 03.00, yasinan, sholat taubat & dzikir setiap malam jum’at jam 24.00, pembacaan maulid & dziba’, qosidah burdah, pengajian kitab kuning, pembacaan qosidah burdah, mujadloroh dan kegiatan yang lain. Tak lupa pada bulan ramadlan setiap menjelang buka puasa santri PPM. Al-Jihad bersama pengasuh dan group sholawatnya selalu setia mengisi acara Cangkru’an Qolbu di JTV. Semoga bermanfaat dan barokah amin….. selengkapnya buka di blog IKASAS al-jihad. (barrack)

Jumat, 31 Juli 2009



DOA MEMPERTEGUH IMAN MENGGAPAI SYAFAAT

Ya Allah berilah kami taufik serta hidayah
baik perangai lanjut umur dalam ibadah
*
Peliharalah kami dari seluruh fitnah
bala bencana hidup mati dunya akhirah
*
Hidup aman sentausa makmur rizqi yang halal
teguh iman Islam mengabdi Allah Dzul Jalal
*
Tetapkan hati kami atas agama yang hak
Agama Islam yang kau terima tak ditolak
*
Mati husnul khotimah tenang dalam ampunan
disambut dengan Rahmat Allah dan keridho’an
*
Tanamlah dalam hati kami mahabbah cinta
pada ilmu Allah kekasih Nabi kita
*
Agar supaya kami to’at patuh dan tunduk
mengenal membedakan mana baik dan buruk
*
Karuniakanlah kami rasa cinta mahabbah
yang suci murni ikhlas teguh tidak berubah
*
Pada ‘itroh Ahlil Bait Keluarga Nabi
Dzurriyyah keturunan Hasan Husein bin Ali
*
Mereka wasilah untuk mencapai syafa’at
datuknya Nabi Muhammad di hari kiamat
*
Hidupkan kami dan matikan dalam mahabbah
cinta yang sungguh mendalam kepada Dzurriyyah
*
Demikian pun kepada seluruh Shohabah
khusus Abu Bakar Umar Utsman Ali kholifah
*


Juga kepada segenap ilmu Sholihin
teristimewa imam yang empat Ahlil Yaqin
*
Yaitu Imam Hanafi dan Imam Syafi’i
dan Imam Malik dan Imam Ahmad bin Hanbali
*
Dan tetapkan cinta kami kepada Aulia
dan pada karomah mereka tetap percaya
*
Ya Allah dengan rahmat-Mu dan syafa’at mereka
masukkan kami dalam Syurga jauh Neraka
*
Siapa mencintai mereka mujur sentausa
dan siapa pun membenci lacur dalam siksa

dzikir

MONGGO SHOLAWAT BARENG BARENG